Benarkah ASI bisa menggantikan vaksinasi?

0
1826

Sementara kita masih menduga-duga apa motif pelaku pemalsuan vaksin.. aktivis antivaks sudah beraksi memprovokasi (lagi) dg jargon ‘Imun-is-ASI’#ajimumpung

Hmm..
Benarkah ASI bisa menggantikan vaksinasi?

Jawabnya: TIDAK dan TIDAK MUNGKIN

Lho, kok? bukankah ASI itu ‘sempurna’.. bisa menjaga kekebalan bayi, ada antibodi yg poten melindungi saluran cerna dari berbagai risiko infeksi dan alergi?

BETUL! ASI ibarat mukjizat, bahkan sejak detik pertama bayi menyusu pada ibu, sejumlah besar imunoglobulin A sekretori (IgAs) ditransfer melalui kolostrum. Namun tubuh bayi tidak dapat menyerap antibodi pasif ini masuk ke peredaran darah. IgAs bekerja di dalam usus bayi, melindungi terhadap agen infeksi yg berusaha menyerang melalui mulut, telinga-hidung-tenggorok. Berkat IgAs dalam ASI, tak terbantahkan lagi menyusui bisa menurunkan risiko infeksi saluran napas dan saluran cerna. Perlindungan IgAs ini akan berlangsung terus selama bayi disusui sampai ia disapih. Karena sifatnya pasif, dan area servisnya tidak mencakup perlindungan terhadap penyakit menular seperti yg diinduksi oleh vaksin, maka bayi sesungguhnya masih memerlukan vaksinasi.

VaksinĀ 
Vaksin mengandung zat aktif yg bisa memicu perlawanan terhadap agen infeksi PD3I (penyakit yg dapat dicegah dengan imunisasi) bernama IgG. Semasa hamil, ibu sudah menyalurkan IgG dari tubuhnya kepada janin melalui plasenta. Transfer inipun tergolong kekebalan pasif, dengan durasi kerja yg terbatas, TIDAK CUKUP KUAT melindungi bayi melebihi usia 4-6 bulan, di saat bekal IgG dari ibu akan berangsur menghilang, dan bayi perlu membentuk pertahanan tubuhnya sendiri. ‘Pemicu’ dalam vaksin akan membantu tubuh bayi membangun sistem kekebalannya, ini yg disebut imunitas aktif ~ jenis kekebalan yg berbeda dengan yg diberikan oleh ASI & sangat penting dimiliki bayi demi kesejahteraan hidupnya.

Singkat kata.. bayi ASI eksklusif sekalipun jika tidak diimunisasi nicaya akan rentan sakit (di usia >6 bulan).. jadi bulatkan niat memenuhi hak bayi untuk imunisasi, supaya terlindung dari komplikasi PD3I yg tidak kita harapkan.

Semoga sekilas info ini bermanfaat..

Ilustrasi dikutip dari http://slideplayer.com/slide/8394777/

LEAVE A REPLY