Tiga Teknologi Vaksin dari Biofarma yang Sulit Dipalsukan

0
1509

Jakarta, Vaksin untuk delapan penyakit yang digunakan dalam program imunisasi pemerintah aman dari pemalsuan oleh oknum tak bertanggung jawab. Biofarma selaku produsen vaksin menjelaskan hal ini salah satunya berkat inovasi yang diterapkan sehingga produk sulit dipalsukan.

Kepala Bagian Packaging Biofarma Yudha Bramanti mengatakan setidaknya ada tiga teknologi khusus yang diterapkan dalam beberapa produk vaksin. Satu dari wujud fisik vaksin itu sendiri ada yang berbentuk beku kering, kemasan yang hanya bisa sekali pakai, dan label yang berubah warna lewat VVM (Vaccine Vial Monitor).

Vaksin beku kering artinya wujud vaksin tak berbentuk cairan melainkan bubuk padat. Penggunaannya perlu larutan khusus sebelum vaksin bisa berubah bentuk menjadi cairan dan disuntikkan ke tubuh.

“Informasinya kan produk yang dipalsukan itu cair, mungkin karena cair jadi mudah dioplos. Tapi kalau bentuknya beku padat bagaimana? Ya itu salah teknologi yang susah di-counterfeit (dipalsukan -red),” kata Yudha ketika ditemui di Pabrik Biofarma, Jalan Pasteur, Bandung, Jumat (15/7/2016).

Produk vaksin buatan Biofarma (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)

Sementara itu untuk vaksin yang memang dari awal bentuknya sudah cair seperti vaksin polio, ada label VVM yang disematkan sebagai ‘penjaga’ ekstra kualitas vaksin. VVM dibuat secara khusus dengan material sensitif dan dapat berubah warna ketika ditempatkan di suhu ruangan sehingga bisa menjadi pertanda bahwa kualitas vaksin mungkin sudah terganggu.

“Untuk semua produk vaksin kita, vaksin dasar, sudah ada VVM-nya. Jadi untuk menguji itu asli atau palsu bisa simpan saja produk itu selama dua hari misalnya berubah warna enggak. Counterfeiter (pemalsu) dia mungkin akan mencetak saja labelnya gampang tapi itu bukan heat monitor,” kata Yudha.

“VVM ini harganya mahal dan kita impor dari Amerika. Cuma satu itu saja prodosennya di dunia yang mengimpor VVM,” sambung Yudha.

Pekerja di laboratorium Biofarma (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)

Teknologi terakhir adalah kemasan vaksin yang hanya bisa sekali pakai. Sebagai contoh vaksin hepatitis B menggunakan kemasan berbentuk jarum yang akan rusak secara otomatis apabila sudah selesai dipakai. Limbah vaksin tak bisa dikumpulkan untuk digunakan kembali oleh tangan-tangan jahil yang ingin memalsukan.

“Uniject itu kemasannya sangat khas dan rasanya sulit dipalsukan. Ini kita impor juga dari Amerika Serikat,” kata Yudha.

LEAVE A REPLY