Alat Ini Bisa Pangkas 70 Persen Populasi Nyamuk, Sayang Butuh Biaya Tinggi

0
1384

Jakarta, Sebuah alat perangkap nyamuk terbaru sedang diteliti dan diujicoba di Kenya. Studi membuktikan alat ini ampuh memangkas populasi nyamuk, namun biaya yang dikeluarkan tergolong mahal.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet, peneliti gabungan dari Wageningen University, Belanda, dan beberapa peneliti Kenya dan Swiss mendesain perangkap nyamuk berbentuk mirip lampu. Perangkap nyamuk yang bernama solar-powered odour-baited mosquito trapping systems (SMoTS) ini menggunakan umpan 5 bahan kimia yang baunya mirip dengan bau tubuh manusia dan bekerja dengan listrik dari tenaga matahari.

Penelitian dilakukan selama 3 tahun, dengan total alat yang disebar sebanyak 4.358 buah untuk setiap rumah, dengan total jumlah partisipan sebanyak 34.041 orang.

Baca juga: China Andalkan Nyamuk Modifikasi untuk Musnahkan Zika, DBD, dan Demam Kuning

Hasil studi menyebut perangkap ini mampu memangkas populasi nyamuk hingga 70 persen. Bahkan hasil lainnya mengatakan kasus terjadinya malaria di Rusinga Island, Lake Victoria, tempat dilakukannya studi, menurun sebanyak 30 persen.

Sayangnya, peneliti masih mencatat ada beberapa kekurangan perangkap nyamuk ini. Pertama, perangkap nyamuk ini menggunakan energi bersumber dari panel tenaga matahari (solar panel) yang dipasang di atap rumah.

“Keterbatasan dan ketersediaan biaya untuk pemasangan solar panel membuat biaya yang dibutuhkan lebih mahal, meskipun solar panel juga bisa digunakan untuk memberikan tenaga pada lampu atau mengisi daya baterai telepon genggam di rumah,” ungkap peneliti, dikutip dari NY Times.

Kedua, perangkap ini hanya efektif menjebak spesies nyamuk Anopheles funestus, salah satu vektor penyakit malaria di Afrika. Padahal masih banyak spesies nyamuk Anopheles lainnya yang juga merupakan vektor penyakit malaria, seperti Anopheles gambiae atau Anopheles arabiensis.

“Penelitian ini menghasilkan terobosan baru dalam pencegahan malaria, meskipun masih ada beberapa hal seperti biaya dan efektivitas yang masih harus dipikirkan,” tulis peneliti dalam jurnalnya.

Baca juga: Wah! Beternak Ayam Bisa Bantu Usir Nyamuk Pembawa Virus Malaria(mrs/vit)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSulit Menahan Kencing, Popok Dewasa Jawabannya
Berita berikutnyaHati-hati, Virus Bisa Lebih Berbahaya di Pagi Hari
Anthony Paulo Sunjaya currently works at the Faculty of Medicine, Tarumanagara University. Anthony research interests include Internal Medicine (General Medicine), Medical Technology, Diabetology, Obstetrics and Gynecology as well as Dermatology. He has presented in numerous national and international conferences as well as published journal articles in both national and international journals.

LEAVE A REPLY