Graham, Model Manusia dengan ‘Tubuh Ideal’ untuk Selamat dari Kecelakaan

0
1533

Jakarta, Dalam sebuah kampanye keselamatan berkendara di Australia, seniman Patricia Piccinini bekerjasama dengan ahli bedah trauma dan penyelidik kecelakaan membuat patung manusia hidup bernama Graham. Tujuannya untuk menyampaikan pesan kira-kira seperti apa bentuk tubuh manusia yang sempurna untuk selamat dari kecelakaan mobil.

Bila dilihat sekilas Graham tampak memiliki bentuk kepala tak rata seperti bongkahan batu, kaki panjang seperti tapak kuda, dan kulit dada yang berlipat-lipat. Detail lebih jauh menunjukkan Graham juga memiliki tengkorak kuat, leher yang menyatu, dan dadanya dapat mengembang seperti bantalan udara.

Ahli bedah trauma Christian Kenfield dari Royal Melbourne Hospital mengatakan bentuk fisik Graham dibuat dengan mempertimbangkan mekanisme tubuh yang biasanya terlibat dalam kecelakaan.

Foto: ABC Australia

“Salah satu cedera serius yang kita manusia bisa alami pada kecelakaan kecepatan tinggi adalah cedera leher, fraktur tulang belakang, atau dislokasi ligamen akibat gerakan kepala yang tertekuk ke depan lalu kemudian tertarik kembali ke belakang,” kata Kenfield seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (21/7/2016).

“Kepala kita cukup berat dan apa yang menjaganya bisa tetap tegak dan bergerak bebas adalah otot leher. Pada kecelakaan kita tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menghentikan efek cambuk yang begitu tiba-tiba dan kuat sehingga seringnya berakhir bencana,” lanjut Kenfield.

Graham rencananya akan dipajang di State Library of Victoria hingga tanggal 8 Agustus. Diharapkan pengunjung yang datang dapat mempelajari dan mengetahui apa yang kurang dari tubuh manusia sehingga akan lebih berhati-hati di jalan.

Berkaitan dengan hal tersebut, di Indonesia sendiri kecelakaan lalu lintas juga menjadi masalah. Menurut Menteri Kesehatan Profesor Dr dr Nila Moeloek SpM (K) kecelakaan bahkan jadi beban kedua setelah penyakit cerebrovaskuler.

“Diketahui beberapa tahun terakhir tiga penyakit tertinggi yang jadi beban di Indonesia yaitu penyakit cerebrovaskuler, kecelakaan lalu lintas peringkat kedua, dan penyakit jantung iskemik ketiga,” kata Menkes Nila beberapa waktu lalu.

 

LEAVE A REPLY