Kisah Nurlina, Bidan yang Peduli Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

0
1477

Jakarta, Nurlina Sri Andalis adalah bidan di Puskesmas Ngombol, Purwerejo, Jawa Tengah. Selain sibuk membantu warga yang hendak melahirkan, Nurlina juga peduli pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Kepedulian Nurlina bermula dari stimulasi dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus di daerahnya yang dianggap belum optimal. Apalagi, menurutnya, anak berkebutuhan khusus pun masih sering dipandang sebelah mata. Alhasil masih banyak orang tua yang malu dan memilih untuk menyembunyikan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.

Akhirnya Nurlina pun mendirikan sekolah untuk memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus. Dia berharap sekolah itu bisa menjadi solusi bagi orang tua agar tak lagi menyembunyikan anaknya yang dianggap ‘berbeda’. Dengan sekolah itu, anak berkebutuhan khusus juga bisa mendapat terapi dan berhak mendapat pendidikan.

“Ini sekolah dengan inklusi, percampuran anak normal dengan anak berkebutuhan khusus,” terang Nurlina kepada detikHealth di sela-sela penganugerahan tenaga kesehatan teladan tingkat nasional tahun 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (15/8/2016).

Baca juga: Ada Penyuluhan Kesehatan, Posyandu Bukan Sekadar Tempat untuk Menimbang Balita

Nurlina merekrut kader-kader di puskesmas untuk turut serta memberikan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Mereka belajar secara otodidak untuk menghadapi anak berkebutuhan khusus.

Tantangan lain yang harus dihadapi Nurlina dan rekan-rekannya adalah sarana dan prasarana sekolah yang belum terpenuhi. Meski demikian Nurlina dan kadernya selalu bersemangat memberikan yang terbaik bagi muridnya.

Untuk mendukung para siswanya, Nurlina menggandeng puskesmas dalam pemberian makanan bergizi. Selain itu dokter ahli jiwa pun secara sukarela memberikan konsultasi.

Tak cuma itu, Nurlina juga peduli benar dengan perilaku bersih dan sehat masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mendirikan bank sampah, sehingga masyarakat terbiasa mengelola lingkungannya agar tetap bersih dari sampah.

“Rencananya dari warung-warung kita minta sampah untuk diberikan. Tapi kadang masyarakat lihat negatifnya dulu, contohnya kalau sampah nggak diambil mending dibakar saja,” tuturnya menirukan komentar orang lain.

Tetap semangat, Bu Bidan!

Baca juga: Ini Kata Menkes Soal Dukun Beranak yang Masih Jadi ‘Andalan’ di Beberapa Daerah

(vit/vit)

LEAVE A REPLY