Manusia Purbakala di Flores

0
1303

Petunjuk Final Hobbit Flores

Sekarang, terkubur dalam batu paras yang terbentuk oleh aliran sungai 700.000 tahun yang lalu, mereka telah menemukan apa yang tampak sebagai nenek moyang makhluk kerdil tersebut.

Fosil-fosil yang ditemukan itu tidak lengkap, hanya bagian rahang bawah dan enam gigi, yang diperkirakan milik manusia dewasa dan dua anak-anak.

Dari hasil penelitian, terungkap bahwa nenek moyang kerdil dari Flores ini hidup di pulau itu selama lebih dari setengah juta tahun. Mereka hidup dari berburu gajah kerdil dan bertahan dari serangan komodo.

Penemuan fosil terbaru di Mata Menge, sebuah lembah sungai besar di bawah kaki gunung berapi di Flores tengah, itu mematahkan teori bahwa hobbit adalah manusia modern yang mengalami gangguan pertumbuhan.

Penemuan fosil di lokasi yang berjarak 50 km arah timur dari Liang Bua itu menunjukkan bahwa hobbit sejatinya sudah ada sejak 700.000 tahun yang lalu. Mereka hidup di Flores dan membuat peralatan dari batu setengah juta tahun sebelum manusia modern muncul.

“Ini adalah petunjuk final bagi hipotesis tentang hobbit Flores,” kata ketua tim penggalian, Gert van den Bergh, dari University of Wollongong, Australia. “700.000 tahun yang lalu, tidak ada Homo sapiens.”

Fosil-fosil dari Mata Menge memberikan penjelasan yang lebih jauh tentang teori manusia hobbit yang selama ini menjadi acuan beberapa ahli paleontologi.

Teori Baru Nenek Moyang Hobbit

Dalam teori baru tentang manusia hobbit itu disebutkan sebuah masyarakat Homo erectus, nenek moyang manusia modern, terdampar di Flores setelah pulau yang mereka diami mengalami bencana tsunami dahsyat. Mereka yang selamat bergelayut pada batang-batang pohon yang hanyut di lautan dan mendarat di Flores.

Terdampar di Flores dengan sumber makanan yang minim, evolusi akhirnya membuat tubuh mereka mengecil. Selama 300.000 tahun berevolusi, pendatang baru itu kehilangan perawakan tubuh raksasanya dengan cepat.

“Flores adalah pulau kecil dan memiliki sumber daya makanan yang terbatas dan beberapa predator. Kecuali komodo, Homo erectus yang berbadan besar akan berada di bawah tekanan untuk mengurangi massa tubuh mereka. Menjadi besar tidak lagi menguntungkan ketika Anda harus bertahan hidup dalam lingkungan yang terisolasi dan menantang seperti itu,” kata Adam Brumm dari Griffith University, Queensland, yang juga terlibat dalam penggalian di Mata Menge.

Tim dari Australia, Indonesia dan Jepang bekerja sama dengan 140 penduduk setempat menggali fosil. Mereka menemukan tulang rahang yang sangat kecil, setidaknya 20% lebih kecil dibandingkan dengan milik manusia hobbit Liang Bua.

Tetapi CT scan menunjukkan gigi geraham telah tumbuh, yang menandakan rahang tersebut milik orang dewasa. Bentuk tulang rahang tersebut menyerupai geraham Homo erectus namun dalam ukuran yang jauh lebih kecil.

Masih lebih banyak fosil yang diperlukan untuk melengkapi teori baru tentang nenek moyang manusia hobbit dari Flores.

LEAVE A REPLY