Terbaru, Cairan Mata Juga Bisa ‘Ditinggali’ Virus Zika

0
1829

Jakarta, Virus Zika selama ini hanya diketahui bertahan di dalam cairan tubuh seperti darah, urine, air liur, air susu ibu dan juga sperma. Tetapi temuan terbaru menunjukkan virus ini juga bisa hidup di mata, terutama pada orang dewasa.

Penemunya adalah peneliti dari Guangdong Provincial Institute of Public Health, China. Mereka menemukan virus Zika di mata enam pasien yang terinfeksi di Amerika Selatan. Ketika sampel cairan mata mereka diambil, peneliti pun menemukan RNA dari virus Zika.

Untuk sementara masih dicari tahu dulu apakah keberadaan virus Zika di mata orang dewasa ini juga akan menyebabkan gangguan penglihatan. Sebab Zika hanya diketahui dapat mengakibatkan kerusakan mata yang buruk pada janin dalam kandungan.

Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa pada beberapa bayi yang terlahir dengan mikrosefali juga terlihat gejala infeksi mata, termasuk adanya lesi. Namun peneliti memang belum mengetahui apakah lesi itu muncul karena mikrosefali ataukah virus Zika itu sendiri.

Peneliti pun memastikan ini adalah untuk pertama kalinya virus Zika ditemukan pada cairan mata. Meski demikian, menurut peneliti, upaya diagnosis Zika dengan menggunakan sampel cairan mata tidak bisa dilakukan karena virus ini hanya bertahan kurang dari tujuh hari, dibandingkan dengan virus Zika yang ada di urine dan air liur yang bisa sampai 20 hari.

Baca juga: Virus Zika Juga Diduga Bisa Sebabkan Kebutaan pada Bayi Baru Lahir

Beberapa hari sebelumnya tim peneliti Washington University School of Medicine, St Louis berhasil membuktikan bahwa Zika dapat menyebar hingga ke cairan mata setelah seekor tikus dewasa disuntikkan dengan virus ini.

Di dalam mata sendiri, Zika juga dapat menginfeksi sejumlah bagian seperti iris, retina dan saraf optik. Akan tetapi karena sistem imun tubuh tidak begitu aktif di dalam jaringan mata, maka dikhawatirkan infeksi yang diakibatkan Zika di mata bisa bertahan lebih lama, bahkan ketika yang bersangkutan dinyatakan terbebas dari virus ini.

Hal ini memunculkan dugaan jika Zika dapat menular lewat air mata bila suatu saat virus ini juga ditemukan pada mata manusia. Hanya saja sepekan kemudian, tikus ini tidak terbukti dapat menyebarkan virus ini ke tikus lain. Namun peneliti merasa perlu melakukan penelitian lebih mendalam untuk memastikannya.

Sebelumnya virus Zika diketahui dapat memunculkan gejala infeksi pada mata orang dewasa, di antaranya konjungtivitas (mata merah). Pada kasus langka, Zika juga dapat memicu uveitis atau peradangan pada lapisan jaringan mata bagian tengah, yang mengakibatkan mata perih, penglihatan menjadi buram hingga kebutaan.

“Walaupun kami tidak menemukan virus Zika aktif yang terkandung dalam air mata tikus, bukan berarti ini tidak bisa menular pada manusia,” tutur salah satu peneliti, Dr Jonathan Miner. Demikian seperti dikutip dari Livescience, Sabtu (17/9/2016).

Baca juga: Dugaan Kerusakan Mata Pada Bayi Terkait Zika Makin Menguat

(lll/up)

LEAVE A REPLY