Andalkan Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Sehari, Bobot Wanita Ini Turun 45 Kg

0
1373

Chambersburg , Di bulan Juni 2015, berat badan Amanda L mencapai 127 kg. Belum lagi, saat itu ia didiagnosis nonalcoholic sirosis yang salah satu penyebabnya adalah tubuhnya yang gemuk. Mulai saat itu, Amanda berpikir ia harus melakukan sesuatu.

Selama ini, dengan kondisi lutut yang terkadang nyeri, Amanda sudah banyak berjalan kaki. Namun, ia tetap akan mengonsumsi apapun makanan yang ia sukai. Setelah mengumpulkan niat untuk menurunkan berat badannya demi tubuh yang lebih sehat, Amanda pertama-tama datang ke klinik penurunan berat badan. Di sana, ia belajar tentang nutrisi dan mulai mengganti makanan tinggi kalori dengan biji-bijian, salad, dan makanan dengan gizi seimbang.

Selain itu, Amanda juga bergabung ke salah satu gym. Di sana, ia berlatih treadmill atau sepeda statis. Di awal-awal latihan, tak sampai 5 menit wanita 35 tahun itu selalu ngos-ngosan ketika berlatih. Namun, lambat laun latihannya menunjukkan kemajuan. Saat ini pun, Amanda bisa sudah bisa melakukan 45 menit latihan kardio.

“Seorang teman juga mengajak saya menggunakan fitness tracker. Dengan alat itu saya tahu berapa jumlah langkah saya dan berapa banyak jumlah kalori yang saya sudah bakar. Awalnya, saya berpikir melakukan 10 ribu langkah sehari mudah. Tapi ternyata, itu tak sesederhana yang saya bayangkan,” tutur Amanda kepada Prevention.

Tak kehabisan akal, Amanda menerapkan trik agar ia bisa melakukan 10.000 langkah sehari. Setiap pergi ke toko, ia memarkir mobilnya lebih jauh. Saat di kantor, Amanda lebih banyak menggunakan tangga ketimbang lift. Jika ada janji bertemu seseorang, Amanda akan menyediakan waktu 15 menit lebih awal yang ia gunakan untuk berjalan kaki.

Baca juga: Rajin Makan Rebusan dan Jalan Kaki, Bayu Sukses Turunkan Bobot 27 Kg

Saat ini, bobot Amanda turun 45 kg, dari berat awal 127 kg kini menjadi 82 kg. Meski begitu, Amanda memiliki target untuk bisa mencapai bobot 59 kg. Dengan bobot 82 kg, kesehatan Amanda jauh lebih baik. Setelah cek ke laboratorium, diketahui fungsi hatinya kembali normal. Selain itu, Amanda hanya butuh mengonsumsi satu jenis obat. Padahal, sebelumnya ia harus mengonsumsi enam jenis obat sehari.

“Dalam sehari saya bisa berjalan 10 ribu bahkan sampai 14 ribu langkah. Saya mengakalinya dengan jalan-jalan bersama anjing saya selama 30 sampai 45 menit, kemudian berusaha jalan kaki saat makan siang dan saat menelepon di kantor, saya menggunakan earphone dan berkeliling kantor. Di gym, saya lebih sering menggunakan treadmill dan setelah makan malam saya sempatkan jalan kaki lagi dengan anjing saya,” kata Amanda.

Dikutip dari NY Times, peneliti di University of Pittsburgh menemukan bahwa jalan kaki membakar lebih banyak kalori ketimbang duduk dan berdiri. Ketua peneliti, Seth Creasy, mengatakan kalori yang dibakar saat jalan kaki tiga kali lipat lebih banyak daripada duduk atau berdiri, meskipun jalan kaki dilakukan dengan santai.

“Jika jalan kaki dilakukan selama satu jam, kalori yang dibakar bisa mencapai 130 kalori atau lebih. Di kantor, berjalan kaki tak hanya membakar kalori tapi juga mengurangi nyeri bahu dan punggung akibat terlalu banyak duduk sekaligus mengontrol kadar gula darah,” ungkap Creasy.

Baca juga: Masih Nggak Yakin? Ini Buktinya Jalan Kaki Lebih Sehat Dibanding Naik Mobil(rdn/vit)

LEAVE A REPLY