Kiat Dokter Agar Kuat Berpuasa saat Mudik Malam

0
1402

Jakarta – Banyak pemudik yang merasa bimbang apakah harus tetap berpuasa atau tidak ketika melakukan perjalanan. Dokter pun berpesan untuk berangkat malam hari.

Dr dr Saptawati Bardosono, MSc dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta menyarankan jika pemudik ingin tetap berpuasa, sebaiknya perjalanan dimulai selepas berbuka puasa.

“Dengan begitu tetap berenergi sampai saat sahur dan siang harinya karena bisa selalu makan dan minum selama di perjalanan,” pesannya saat berbincang dengan detikHealth.

Namun asupannya juga tak bisa sembarangan sebab ini mempengaruhi kebugaran tubuh. Dokter yang akrab disapa dr Tati itu menegaskan hindari makanan dan minuman yang mudah memicu lapar dan haus dengan cepat, seperti makanan yang terlalu manis.

Makanan semacam ini dapat menurunkan gula darah dengan cepat sehingga merangsang rasa lapar. “Untuk minuman, yang mengandung kafein karena akan meningkatkan keluarnya urine dan memicu kekurangan cairan tubuh serta rasa haus,” lanjutnya.

Lantas apakah harus membawa bekal tersendiri? Hal ini sangat disarankan. Kalaupun terpaksa membeli makan di jalan, dr Tati mengatakan, makanannya harus dipastikan bersih dan masih layak untuk dimakan

“Sebaiknya pilih juga yang baru dimasak, selain melihat kelengkapan kandungan nutrisinya,” tandasnya.

Ia jg berpesan agar pemudik cukup tidur. Dan untuk situasi darurat, mereka diminta membawa perbekalan obat yang biasa digunakan semisal obat penurun panas, pereda rasa sakit, atau obat diare, dan lain-lain.

“Bisa juga membawa obat anti mabuk, tapi ini sering menyebabkan rasa kantuk. Jika tidak siapkan permen atau minuman jahe yang dapat mengurangi rasa mual akibat mabuk perjalanan,” paparnya.

Minuman lain yang dibutuhkan oleh pemudik adalah air putih, bukannya minuman berenergi dan sejenisnya. Ketika menempuh perjalanan jauh, air putih harus selalu dijadikan bekal untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan tubuh.

LEAVE A REPLY