Sempat Baby Blues, Ini Kisah Ui Birowo Bisa Menyusui Anaknya Sampai 2 Tahun

0
1414

Jakarta, Istri Indra Birowo, Noella Birowo atau yang akrab disapa Ui pernah menemui kendala ketika menyusui anak pertamanya, Arkananta Putra Birowo (10). Belum lagi, saat itu Ui juga mengalami baby blues.

Ui mengisahkan, saat Arka lahir, dirinya sempat mengalami baby blues. Kebetulan pula sang suami tengah syuting dan sulit dihubungi karena sinyal yang jelek. Sehingga, Ui bisa merasakan ketika ada problem yang ia alami dan membuatnya tak happy serta stres, maka produksi air susu ibu (ASI)-nya menurun.

Kemudian, kala itu Ui juga masih bingung bagimana pelekatan yang benar saat bayi menyusu. Ditambah lagi orang tuanya yang coba memberi opsi agar Ui memberi Arka susu formula karena tak tega melihat Arka kecil terus-terusan menangis, sementara sang ibu pun masih bingung harus berbuat apa.

“Akhirnya aku ke dokter, terus konsultasi. Alhamdulillah sih sukses dan belum sempat nyentuh (susu) formula. Alhamdulillah abis gitu produksi ASI aku lancar, tapi emang nggak sebanyak pas anak kedua ya,” kata Ui saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Saat konsultasi ke dokter, Ui diharuskan datang bersama Arka dan juga Indra. Kemudian, mereka diberi semacam edukasi oleh dokter yang menangani. Ui pun bersyukur, ia akhirnya bisa menyusui Arka sampai berusia 2 tahun. Kondisi berbeda dialami Ui ketika anak keduanya, Mahija Shafiq Birowo (5), lahir.

Menyusui Mahija diakui Ui lebih mudah. Produksi ASI-nya pun cukup banyak bahkan sejak menyusui Arka pun sebenarnya Ui sudah mendonorkan ASI-nya ke RS Cipto Mangunkusumo. Ketika menyusui Mahija, Ui bisa menyumbangkan total 400-an botol ASI perah.

Selama menyusui kedua buah hatinya, bagaimana dukungan yang diberi sang suami? “Mas Indra dukung banget. Misal kayak dipijat-pijat gitu, itu ngefek banget ke produksi ASI aku. Dia juga berusaha untuk nggak bikin aku bete karena aku ngerasa kalau aku bete atau ada masalah gitu, produksi ASI-ku juga berkurang,” kata Ui.

Baca juga: Ini Bedanya Ibu yang Alami Psikosis Postpartum dan Baby Blues

Untuk urusan makan ketika menyusui kedua anaknya, Ui mengaku tak menerapkan diet khusus. Namun, pasca melahirkan Mahija, Ui sempat mengurangi asupan karbohidrat karena saat hamil bobotnya naik 23 kg. Namun, pengaturan pola makan seperti itu tak memengaruhi produksi ASI Ui.

Memerah ASI dan Weaning With Love

Di sela-sela kesibukannya, Ui juga selalu memerah ASI-nya. Hanya saja, saat menyusui Arka ia memerah ASI memakai breastpump. Sedangkan ketika menyusui Mahija, Ui lebih nyaman memerah ASI memakai tangan.

“Nggak tahu ya, pas anak kedua kalau pergi ke mana-mana agak ribet kalo mesti bawa breastpump, jadi aku lebih enak aja kalo merah ASI pake tangan,” kata Ui.

ASI perah yang ia simpan di freezer juga kadang dijadikan popsicle untuk Arka atau Mahija kala itu. Soal menyapih anak, Ui hanya mengandalkan mengajak anak berbicara ketika hendak menyapih Arka. Cara itu pun berhasil membuat Arka berhenti menyusu saat ia berusia 2 tahun.

Namun, lain kondisinya pada Mahija. Ui agak sulit menyapih si bungsu karena memang Ui menerapkan prinsip weaning with love. Ia selalu berusaha mengajak Mahija bicara hingga pelan-pelan, akhirnya Mahija berhenti menyusu saat berumur 3 tahun 8 bulan.

“Pokoknya kalau mau nyapih jangan dong pakai yang macam-macam gitu. Weaning with love aja. Begitu anak itu ready, dia akan berhenti kok. Diajak ngomong aja terus. Memang ada perasaan nggak tega, makanya aku pelan-pelan banget nyapih Mahija sampai 3 tahun lebih kan baru bisa. Karena aku juga nggak mau sampai dia nangis,” tutur Ui.

Baca juga: ASI Anda Sedikit? Cek Penyebabnya di Sini

(rdn/vit)

LEAVE A REPLY