Studi: Kebanyakan Duduk Saat Nonton TV, Jumlah Sperma Pria Bisa Menurun

0
1331

Jakarta, Kesuburan pria salah satunya ditentukan oleh gaya hidup yang mereka terapkan. Termasuk juga jumlah sperma disebut berkaitan dengan kebiasaan menonton TV para pria.

Baru-baru ini, peneliti di Copenhagen University mempelajari 1.200 pria muda untuk melihat apakah kebiasaan menonton TV berpengaruh pada kesuburan mereka. Ditemukan, pria yang menonton TV lebih dari 5 jam sehari memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit daripada pria yang hampir tidak pernah menonton TV.

“Pada pria yang menonton TV lebih dari lima jam sehari, rata-rata jumlah sperma mereka 37 juta per mililiter semen. Jumlahnya lebih rendah daripada pria yang hampir tidak pernah nonton TV dengan jumlah sperma 57 juta per mililiter semen,” tulis peneliti dalam laporannya dalam American Journal of Epidemiology, dikutip dari Daily Mail.

Selain itu, ditemukan juga pada pria yang menonton TV lebih dari 5 jam sehari, kadar hormon testosteronnya lebih rendah. Seperti diketahui, hormon testosteron berperan penting dalamn proses produksi sperma. Dalam studi ini, peneliti menemukan pada pria yang menghabiskan waktu duduk di depan komputer, tidak mengalami efek samping serupa ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu di depan TV.

Baca juga: Tak Perlu Cemas, Sperma Pas-pasan Bukan Berarti Tidak Subur

“Kemungkinan ketika mereka terlalu banyak menonton TV, pria cenderung lebih jarang melakukan banyak latihan dan makan sehat, yang menjadi salah satu cara untuk memiliki sperma yang sehat,” imbuh peneliti.

Untuk itu, disarankan ketika pria menghabiskan waktunya di depan TV, lakukan pula kegiatan lain yang membuat mereka bergerak. Misalnya melakukan gerakan olahraga sederhana ketika jeda iklan.

Terkait pengaruh kebiasaan duduk terlalu lama dengan kesuburan pria, beberapa waktu lalu, dr Sigit Solichin SpU mengatakan pada dasarnya, ketika pria duduk, maka testis akan tertekan. Akibatnya, testis akan menempel pada tubuh dan suhunya menjadi lebih panas. Padahal, sebagai pabrik sperma, suhu di testis harus optimal di mana lebih rendah dari suhu tubuh.

“Untuk itulah, normalnya testis dalam posisi menggantung karena saat itu suhu testis optimal. Sebaliknya, ketika suhu di testis panas, maka fungsinya untuk memproduksi sperma tidak optimal,” kata dr Sigit yang praktik di RS Bunda Jakarta ini.

Baca juga: Bukan Jumlah dan Mobilitas Sperma, Kesuburan Pria Lebih Ditentukan Hal Ini

(rdn/vit)

LEAVE A REPLY