Begini Cara yang Dianjurkan untuk Menyapih si Kecil

0
1431

Jakarta, Memang susah-susah gampang ketika ibu hendak menyapih si kecil. Kadang kala, digunakan cara yang cenderung membuat anak akhirnya mau berhenti menyusu, tapi dengan terpaksa.

Menanggapi hal ini, konselor laktasi di TigaGenerasi, dr Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI menganjurkan ibu untuk menerapkan prinsip weaning with love. Artinya, menyapih tetapi dilakukan dengan kasih sayang dan edukasi.

dr Hikmah menganjurkan para ibu untuk mengajak buah hatinya mengobrol. Sebab, pada dasarnya anak mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa di sekitarnya. Hanya saja, mereka belum bisa merespons pembicaraan tersebut. Tapi, anak sebenarnya paham apa yang dibicarakan oleh ibunya.

“Jadi kita bisa bilang “Dik, adik umurnya sudah 2 tahun lebih, sebentar lagi sudah besar ya. Yuk belajar untuk makan yang lain, selain ASI. Kan sudah belajar makan yang lain, kita bisa ganti ASI Bunda dengan buah atau yang lain,'” kata dr Hikmah mencontohkan kalimat yang bisa dibicarakan dengan anak ketika akan menyapihnya.

Baca juga: Skin to Skin Contact Ibu dan Bayi Penting untuk Keberhasilan Proses Menyusui

Dalam perbincangan dengan detikHealth, dr Hikmah tidak menyarankan ketika ibu memberikan sesuatu di payudaranya, misalnya inang yang berwarna merah merah atau kunyit, supaya anak ogah lagi menyusu. Menurut dr Hikmah, cara seperti itu justru berpengaruh pada psikis anak dan bisa membuatnya trauma.

“Saya pernah ketemu pasien, bapak-bapak, istrinya melahirkan. Terus bapak ini cerita dia nggak mau istrinya nanti nyapih anak dengan cara macam-macam. Dia bilang dia masih ingat betul dia nggak suka sama hal-hal berbau kunyit karena dulu saat dia disapih, di puting ibunya diolesi kunyit gitu. Nah ini kan kelihatan kalau trauma itu bisa membekas sampai dewasa,” tutur dr Hikmah yang juga praktik di RS Sari Asih Ciputat dan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) ini.

Untuk itu, dr Hikmah menekankan lagi pentingnya menyapih dengan kasih sayang dan dilakukan secara perlahan. Apalagi, menyusui sampai anak berusia dua tahun lebih pun boleh-boleh saja. Ia mencontohkan di luar negeri beberapa ibu bahkan ada yang masih menyusui sang anak sampai usia 4 atau 5 tahun.

“Tinggal gimana komunikasi antara ibu dan anak. Sebenarnya juga seiring bertambahnya usia anak, dia juga bakal berhenti menyusu sendiri kok. Akhirnya toh kalau anak dilihatin orang pas nyusu, kan malu lama-lama. Akhirnya memutuskan sendiri untuk berhenti nyusu,” pungkas dr Hikmah.

Baca juga: Unik! Kreativitas Seorang Ayah Agar Bayinya Nyaman Saat Menyusu

(rdn/vit)

LEAVE A REPLY