Bolehkah Mencampur ASI yang Diperah di Hari Berbeda? Ini Kata Dokter

0
1387

Jakarta, Terkait pemberian (air susu ibu (ASI) perah (ASIP) pada si kecil, bagaimana jika si kecil diberi ASI yang diperah berbeda hari lantas dicampur? Adakah efek yang bakal dialami bayi?

“Boleh pemberiannya dicampur, kalau memang stok ASIP-nya sudah nggak ada gitu ya. Jadi ASI perah yang berbeda ini sama-sama beku, kemudian dicairkan bareng-bareng kemudian dikasih ke bayi nggak apa-apa,” kata konselor laktasi di TigaGenerasi, dr Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI saat berbincang dengan detikHealth.

Meski begitu, dr Hikmah menganjurkan jika ingin mencampur ASI perah yang akan diberi ke bayi, sebaiknya diberi ASIP yang diperah di hari yang sama. Sebab, bagaimanapun ketika ASIP disimpan, maka ada perbedaan antara ASIP yang terkahir dimasukkan dengan yang sebelumnya.

“Zat kekebalannya kan juga berbeda sehingga pun mau dicampur paling tidak di hari yang sama ASIP-nya,” tambah wanita yang juga praktik di RS Sari Asih Ciputat dan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) ini.

Baca juga: Sudah Mahir, Perah ASI Pakai Tangan Hasilnya Sama Banyak dengan Pakai Pompa

Wanita berkerudung ini menambahkan ketika ibu memerah ASI namun baru memperoleh ASIP sedikit, maka boleh saja disatukan dengan ASIP saat memerah berikutnya. Tapi ingat, ASI perah yang pertama tidak dibiarkan lebih dari 6 jam di suhu ruang. Jika tidak, boleh saja Bunda mencampur ASI perah yang sudah ditaruh di cooler box atau kulkas sebelumnya, dengan ASI yang diperah selanjutnya.

Ketika ibu hendak memberi ASIP dan sebelumnya ASIP dicairkan terlebih dulu di kulkas, bagaimana jika ASIP yang ternyata tak terpakai dikembalikan lagi ke freezer?

“Bisa-bisa aja. Cuma biasanya sih kalau udah di bawah (kulkas-red) terus ditaruh lagi di freezer, berubah lagi suhunya, kita nggak tahu kan gimana zat kekebalan tubuh yang terkandung pada ASIP itu. Sebenarnya kan kalau di kulkas, ASIP bisa bertahan 3-5 hari. Untuk itu, pakai saja setelahnya, misal besoknya, dan taruh di tempat terpisah supaya nggak kecampur bau ikan dan lain-lain ya,” papar dr Hikmah.

Baca juga: Ingat Ya, Tak Perlu Minum Suplemen Agar ASI Jadi ‘Kental’

(rdn/vit)

LEAVE A REPLY