Empat Hal Populer Seputar Saudara Kembar yang Keliru

0
1417

Jakarta, Ada banyak mitologi, kisah horor, dan bahkan rasi bintang (gemini) yang berkaitan dengan saudara kembar. Tidak mengherankan karena memang fenomena kembar di masyarakat sejak dulu dianggap cukup menarik perhatian.

Karena populer bermacam cerita pun muncul dan dari situ juga lahir mitos-mitos. Di antara mitos tersebut ada beberapa yang banyak dipercayai tapi sudah dibuktikan keliru oleh peneliti.

Dikutip dari ABC Australia, berikut tanggapan ahli pada beberapa mitos tersebut:

1. Saling membaca pikiran

Ide bahwa saudara kembar bisa saling membaca pikiran termasuk salah satu mitos populer yang telah dibuktikan keliru oleh peneliti. Satu hal yang mendukung mitos ini menurut Psikolog Katie Wood adalah mungkin karena kedekatan antar kembaran membuat mereka bisa saling memahami seperti membaca pikiran.

“Seperti mengerti tanpa perlu penjelasan… Ini lebih ke arah intensitas keterikatan dan kedekatan mereka tanpa ada sihir di dalamnya,” kata Katie.

Peneliti Jeff Craig dari Australian Twin Registry mengatakan dalam studi tak pernah ada bukti kehadiran apa yang disebut aktivitas extra-sensory perception (ESP) di antara anak kembar. Namun ia tak menampik apabila sepasang kembaran bisa merasa memiliki kedekatan.

“Saya menerima bahwa ada penjelasan rasional dibalik hal ini. Kembar punya hubungan yang lebih kuat dari orang lain dan ini adalah sesuatu yang kita tak bisa pahami,” kata Jeff.

2. Merasa sakit yang sama

Satu mitos populer lainnya adalah pasangan kembar disebut bisa merasakan sakit yang sama. Contoh dari hal ini adalah seperti ketika satu pasangan dicubit lengannya maka pasangan lain akan merasakan sakit di tempat yang sama.

Namun sekali lagi banyak eksperimen yang telah dilakukan gagal untuk membuktikannya. Pasangan kembar Sarah dan Jenny juga punya cerita yang semakin memperkuat bahwa anggapan ini hanya mitos belaka.

Sarah bercerita ketika dirinya menjalani persalinan, ia mengalami komplikasi sehingga harus melalui prosedur yang menyakitkan. Jenny di lain sisi sedang mencari makan di lingkungan rumah sakit tak sadar bahwa kembarannya sedang melalui rasa sakit luar biasa.

“Kakak saya ada di sana dan dia sama sekali tidak tahu,” kata Sarah.

Jeff Craig mengatakan pada kasus kembaran yang mengatakan mereka bisa merasakan sakit yang sama kemungkinan karena kondisi psikologis terutama berkaitan dengan empati. Karena kedekatan yang ada empati untuk satu sama lain antar individu kembar begitu tinggi.

“Ada begitu banyak empati yang dimiliki oleh pasangan kembar. Sama seperti bila Anda merasa sangat dekat dengan orang lain Anda bisa merasakan kesakitannya,” ujar Craig.

3. Kembar identik punya satu plasenta

Anggapan bahwa kembar identik hanya memiliki satu plasenta adalah sebuah mitos yang populer bahkan di antara kalangan dokter. Memang benar apabila bayi keluar dengan satu plasenta yang sama berarti mereka identik, namun perlu diketahui kadang bayi yang plasentanya terpisah bisa juga kembar identik.

Hal ini terjadi karena embrio bisa terpisah (menjadi kembar) sebelum atau sesudah plasenta terbentuk. Apabila embrio sudah terpisah sebelum plasenta terbentuk maka ujungnya plasenta bisa menjadi dua.

Cara untuk tahu apakah bayi yang lahir identik atau tidak hanya bisa dengan tes genetik.

4. Sekolahnya perlu dipisah

Orang tua kadang khawatir kalau anak kembar ditempatkan di satu sekolah mereka akan jarang bergaul dan menghambat perkembangan karakter, emosi, dan kepribadiannya. Hal ini dibantah oleh psikolog Katie Wood yang mengatakan bahwa anak kembar bisa saja tumbuh berdekatan tanpa masalah.

Nantinya ketika menginjak remaja si kembar dengan sendirinya akan mencoba mengatur waktu untuk terpisah.

“Masa remaja bisa menjadi waktu yang sulit karena mereka harus mengetahui bagaimana memisahkan diri dari kembarannya serta orang tua,” kata Katie.(fds/vit)

LEAVE A REPLY