Kelebihan dan Kekurangan Perah ASI dengan Tangan Maupun Breastpump

0
1470

Jakarta, Memerah langsung dengan jari atau menggunakan alat pompa ASI bisa menjadi pilihan ketika ibu hendak memerah ASI. Di antara kedua teknik tersebut, mana yang lebih dianjurkan?

Konselor laktasi di TigaGenerasi, dr Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI mengungkapkan secara teori, saat memerah ASI menggunakan tangan, ada skin to skin antara tangan ibu dengan payudara. Kemudian, ibu bisa mengira-ngira di mana posisi-posisi yang masih terdapat ASI dan bisa dikeluarkan.

“Tekanannya pun masih bisa diatur. Cup-nya atau jepitan jarinya, bisa diatur juga. Sementara, kalau pakai pompa kan cup-nya segitu aja. Kadang dengan posisi seperti itu keluarnya ASI nggak maksimal atau nggak sampai kosong banget,” terang dr Hikmah saat berbincang dengan detikHealth.

Hanya kadang, memerah dengan tangan memang bisa membuat ibu merasa lelah. Apalagi, beberapa ibu ada yang merasa jika memerah ASI memakai tangan agak susah. Walaupun, dikatakan dr Hikmah, jika tekniknya dipelajari dengan benar, maka memerah ASI dengan tangan cukup mudah.

Baca juga: Keren! Para Ibu dan Peneliti Mendesain Alat Pompa ASI Canggih

Jika menggunakan alat pompa ASI, pada prinsipnya ada dua alat yang digunakan yakni memompa dengan tangan atau alat pompa elektrik. Pada pompa dengan tangan, di mana ibu menggerakkan alat tersebut dengan tangan, ibu juga bisa merasa pegal. Sehingga, secara tidak langsung sama saja dengan ibu yang memerah ASI langsung dengan tangan.

“Kalau pakai pompa elektrik okelah ibu tinggal nyolokin aja, terus duduk aja begitu, sudah keluar ya ASI-nya. Sedangkan kalau pakai alat pompa dengan tangan, pegal juga. Nah, kalau dari situ sih kembali lagi ke ibu masing-masing mau pakai cara yang mana. Yang penting prinsipnya payudaranya dikosongkan,” papar dr Hikmah.

Wanita yang juga praktik di RS Sari Asih Ciputat dan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) ini menambahkan, memang untuk memerah ASI direkomendasikan menggunakan tangan. Apalagi, memerah ASI memakai tangan menurut dr Hikmah sebenarnya lebih hemat dan tidak terlalu ribet di mana ibu harus mencuci alat pompa lebih dulu sebelum menggunakannya lagi.

“Kalau mau mompa lagi kan ibu mesti nyuci alatnya lagi, itu kadang bikin ibu suka malas. Kalau pakai tangan sebetulnya kan tinggal cuci tangan, bawa botol, lebih simpel. Bawaannya pun nggak berat,” pungkas dr Hikmah.

Baca juga: Berikan ASI Meskipun Ibu Bekerja

(rdn/vit)

LEAVE A REPLY