Ada Kecelakaan Saat Mudik? Layanan Darurat 119 Sudah Bisa Dimanfaatkan

1
1573

Memasuki penghujung bulan Ramadan, jumlah kendaraan di jalanan biasanya akan meningkat seiring dengan gelombang masyarakat yang mudik. Karena ramai orang-orang melakukan perjalanan jauh, risiko untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas pun juga jadi ikut meningkat sehingga berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah guna menjamin keamanan.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada Jumat (1/7) Kementerian Kesehatan meluncurkan sistem baru untuk layanan gawat darurat. Diberi nama Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), masyarakat dapat menghubungi nomor 119 untuk disambungkan ke Public Safety Center (PSC) di kabupaten atau National Command Center (NCC) di Kantor Kementerian Kesehatan apabila terjadi insiden darurat yang berhubungan dengan kesehatan.

“Diketahui beberapa tahun terakhir tiga penyakit tertinggi yang jadi beban di Indonesia yaitu penyakit cerebrovaskuler, kecelakaan lalu lintas peringkat kedua, dan penyakit jantung iskemik ketiga. Meningkatnya kasus tersebut mendorong Kementerian Kesehatan untuk melakukan terobosan,” ujar Menteri Kesehatan Prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K) ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/8/2016).

“Layanan kegawatdaruratan medis melalui 119 dapat diakses secara luas dan gratis oleh masyarakat melalui telepon seluler maupun rumah,” lanjutnya.

Apa yang bisa dilakukan oleh layanan 119 beragam. Satu hal misalnya pada kasus kecelakaan, operator yang semuanya berlatar belakang tenaga kesehatan dapat membantu mencarikan ambulans dan rumah sakit terdekat sambil memberikan konsultasi.

Harapannya dengan kini ada layanan 119, angka kejadian tak diinginkan terutama lagi pada momen mudik bersama dapat ditekan.

“Mudik memang sudah menjadi tradisi bangsa kita ya, tak bisa dihindarkan,” kata Nila.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY