Pertolongan Pertama Kulit Lepuh karena Cuaca Panas: Siram Air Mengalir

0
1384

Jakarta, Para jemaah haji di Arab Saudi tak hanya berisiko mengalami heat stroke dan dehidrasi akibat cuaca panas yang ekstrem. Risiko luka bakar dan luka lepuh juga mengintai, terutama pada jemaah haji yang tidak menggunakan pelindung seperti alas kaki.

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar, mengatakan kulit telapak kaki merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif terhadap panas. Paparan panas ekstrem membuat cairan dari pembuluh darah keluar ke jaringan kulit dan membentuk gelembung yang dikenal juga sebagai lepuh.

Jika sudah seperti ini, pertolongan pertama dengan menyiram air mengalir harus segera diberikan. Hal ini dilakukan untuk mendinginkan area yang luka sehingga panas tidak merusak ke lapisan kulit dan jaringan yang lebih dalam.

“Kalau terbentuk lepuh, sebaiknya jangan dipecahkan sendiri agar tidak menjadi mudah terinfeksi. Segera ke unit pelayanan kesehatan untuk penanganan lepuh,” tutur dr Darma kepada detikHealth, Senin (15/8/2016).

Baca juga: Cuaca Panas Bikin Kaki Jemaah Haji Melepuh, Kemenkes: Jangan Lupa Alas Kaki

dr Darma menjelaskan dari segi medis, luka bakar memiliki tiga tingkat derajat. Derajat pertama menyebabkan kulit berwarna kemerahan disertai rasa nyeri. Luka bakar jenis ini bisa ditemui pada mereka yang berjemur tanpa menggunakan losion atau biasa disebut juga sebagai sunburn.

Derajat kedua membuat kulit kemerahan, disertai gelembung yang dikenal sebagai lepuh. Pada tingkat ini, pertolongan pertama ditambah penggunaan krim atau salep untuk pengobatan luka bakar masih bisa dilakukan sendiri.

Derajat ketiga adalah yang paling parah. Luka bakar ini menyebabkan kulit menjadi hitam, kering dan tampak seperti gosong. Setelah pertolongan pertama, pasien harus segera mendapat pertolongan lanjutan di rumah sakit untuk mengetahui apakah luka bakar memengaruhi organ vital atau tidak.

Orang-orang dengan kulit putih (Kaukasia) lebih rentan mengalami luka bakar akibat sengatan matahari dibandingkan ras lainnya. Hal ini membuat rata-rata orang Indonesia yang berkulit sawo matang bisa dibilang lumayan terlindungi karena memiliki pigmen melanin yang lebih banyak.

Lalu, berapa lama biasanya proses penyembuhan luka bakar akibat sengatan matahari atau cuaca panas ekstrem? “Kalau untuk penyembuhannya memang tergantung tingkat keparahan. Bisa sampai 2 minggu hingga 1 bulan,” tutup dr Darma.

Baca juga: Kulit Melepuh Akibat Tak Pakai Alas Kaki, Ini Kata Dokter Kulit(mrs/vit)

LEAVE A REPLY