Pada Pasien Diabetes, Serangan Jantung Bisa Terjadi Tanpa Nyeri Dada

0
1421

Jakarta, Nyeri dada atau chest pain merupakan tanda utama terjadinya serangan jantung. Namun pada pasien diabetes, serangan jantung bisa terjadi tanpa disertai adanya nyeri dada. Kenapa ya?

Prof Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar pasien diabetes mengalami gangguan saraf neuropati. Dalam artian, pasien diabetes kehilangan kemampuan untuk merasakan nyeri atau sakit karena sarafnya tidak lagi berfungsi atau mati.

“Nah, hal ini menyebabkan nyeri dada yang harusnya muncul saat terjadi serangan jantung menjadi tidak terasa. Pasien diabetes yang mengalami serangan jantung bisa langsung ‘ngek’ terus lewat saja tanpa ada chest pain,” tutur Prof Sidartawan, dalam temu media Grand Kalbe Academia di Hotel Westin, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol

Dijelaskan Prof Sidartawan, gangguan saraf neuropati pada pasien diabetes biasanya hanya terjadi di kaki. Pasien yang kehilangan kemampuan merasakan sakit atau baal di kaki bisa saja menginjak paku dan benda tajam lainnya dan sehingga menimbulkan luka.

Namun pada pasien diabetes yang mengalami resistensi insulin, ada risiko gangguan saraf neuropati juga terjadi di bagian tubuh lainnya, termasuk di organ jantung. Pasien diabetes yang mengalami resistensi insulin sebagian besar bertubuh gemuk dan kurang olahraga, sehingga memiliki risiko komplikasi penyakit jantung yang cukup besar.

Pengalamannya selama berpuluh-puluh tahun menangani diabetes membuktikan bahwa hampir seluruh pasien diabetes yang memiliki risiko komplikasi jantung tidak mengetahui kondisinya. Kondisi pernah mengalami serangan jantung baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan electrocardiography (EKG) atau rekam jantung.

“Ibaratnya kalau lalu lintas, chest pain itu lampu kuning. Kalau kita di jalanan lampu hijau tahu-tahu merah, bisa tabrakan kan. Nah ini sama, kalau nggak terasa chest painnya, serangan jantung bisa langsung meninggal,” ungkapnya.

Satu-satunya cara untuk mencegah adalah dengan menurunkan faktor risiko. Tentunya gaya hidup sehat menjadi pilihan utama agar pasien diabetes tidak memiliki risiko komplikasi jantung.

“Kalau resistensi insulin karena apa? Berat badannya berlebih. Solusinya? Ya turunkan berat badan. Atur pola makan lebih sehat dan olahraga, nggak ada yang lain,” pungkasnya.

Baca juga: Waspada, Hipertensi Rentan Mengintai Pasien Diabetes

(mrs/vit)

LEAVE A REPLY