Hati-hati, Virus Bisa Lebih Berbahaya di Pagi Hari

0
1432

Jakarta, Virus berbeda dari bakteri atau parasit, ia sangat membutuhkan sel tubuh inangnya untuk dibajak baru kemudian dengan ‘bahan’ yang ada virus bisa mereplikasi diri. Hanya saja yang perlu diketahui sel-sel tubuh ini berubah secara drastis sebagai bagian pengaturan jam internal tubuh.

Terkait hal tersebut sebuah studi yang dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) melihat infeksi oleh virus lebih mudah terjadi di pagi hari. Tes pada tikus dengan virus influenza dan herpes menunjukkan tingkat infeksi 10 kali lebih banyak apabila paparan terjadi di pagi hari daripada sore hari.

Baca juga: Begini Tren Pencarian Masyarakat Soal Virus Zika di Internet

Profesor Akhilesh Reddy selaku salah satu peneliti mengatakan di pagi hari ada gen bernama Bmal1 yang aktif dalam tubuh hingga puncaknya di siang hari. Ketika virus datang menyerang sore atau malam hari maka akan lebih sedikit sel aktif untuk dibajak yang diumpamakan seperti mencoba mengambil alih pabrik ketika seluruh karyawannya sudah pulang.

“Perbedaannya sangat besar. Virus butuh semua peralatan yang tersedia di waktu yang tepat, karena bila tidak maka infeksi sama sekali tak akan pernah terjadi. Tapi apabila sedikit infeksi saja terjadi di pagi hari kemungkinannya bisa lebih cepat untuk menguasai seluruh tubuh,” kata Prof Reddy seperti dikutip dari BBC, Selasa (16/8/2016).

Para pekerja shift atau orang dengan jet lag disebut peneliti terutama sangat rentan untuk infeksi ini. Karena alami disorientasi waktu jam tubuhnya menjadi lebih kacau dan membuat virus mudah menyerang.

“Mereka bisa jadi kandidat utama untuk menerima vaksin flu tahunan,” kata peneliti lainnya, dr Rachel Edgar.

Baca juga: Hendak Divaksin? Studi Ungkap Sebaiknya Lakukan di Pagi Hari(fds/vit)

LEAVE A REPLY