Kenali, Ini Bedanya Gangren Basah dan Kering Pada Kaki Pasien Diabetes

0
1634

Jakarta, Gangren atau borok yang terjadi pada luka di kaki pasien diabetes dikatakan pakar terbagi menjadi dua jenis. Ada gangren kering, ada pula yang disebut sebagai gangren basah. Apa bedanya?

Prof Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa ada salah persepsi awam tentang penyakit diabetes. Sejatinya, tidak ada perbedaan jenis diabetes melitus tipe 2 yang dikenal sebagai diabetes basah dan kering.

Ia mengatakan salah persepsi tersebut muncul dari beda jenis pembusukan luka atau gangren yang terjadi pada kaki pasien. Jika diklasifikasikan, memang ada dua jenis gangren yang dikenal, yakni gangren basah dan kering.

“Gangren kering itu sel dan sarafnya mati. Biasanya ditandai dengan bagian kaki yang menghitam seperti arang dan tidak berasa. Sementara gangren basah itu pembusukan luka yang bernanah dan bau, biasanya disebabkan oleh infeksi,” tutur Prof Sidartawan dalam temu media Kalbe Grand Academia di Hotel Westin, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

Baca juga: Mirip Gangren, Tapi Penyakit yang Membuat Kulit Menghitam Ini Mematikan

Prof Sidartawan menjelaskan bahwa secara umum, gangren kering merupakan kematian sel dan saraf di kaki akibat terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri di kaki. Karena tersumbat, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi untuk sel menjadi tidak mengalir, menyebabkan sel akhirnya mati.

Gejala awal penyumbatan pembuluh darah arteri di kaki adalah rasa sakit yang hilang muncul saat berjalan. Ketika penyumbatan sudah parah, muncul tannda-tanda lainnya seperti kaki yang menghitam dan ukurannya perlahan-lahan menyusut.

“Hitam seperti arang dan mengisut kayak kurma begitu kakinya. Ini tandanya sudah lanjut dan sulit diobati. Harus pasang stent seperti di jantung supaya darahnya mengalir lagi, tapi ukurannya lebih besar,” ungkapnya.

Di sisi lain, gangren basah terjadi akibat adanya infeksi pada luka di kaki. Sebagian besar pasien diabetes mengalami gangguan saraf neuropati, di mana kemampuan untuk merasakan sakit menjadi hilang.

Akibatnya, luka yang terjadi menjadi tidak diketahui dan berisiko besar mengalami infeksi. Gangren basah dikatakan Prof Sidartawan memang akan mengeluarkan bau tidak sedap dan bernanah. Namun jenis gangren ini lebih mudah diobati.

“Kalau gangren basah, biarpun bernanah dan bau masih bisa diobati. Diberikan antibiotik, lukanya dibersihkan nanti akan menutup dan dagingnya bisa tumbuh lagi,” paparnya.

Baca juga: Cerita Pembaca detikHealth Soal Bagaimana Diabetes Mengubah Hidup Mereka

(mrs/vit)

LEAVE A REPLY