Waspada, Hipertensi Rentan Mengintai Pasien Diabetes

0
1445

Jakarta, Hipertensi dan diabetes melitus dianggap sebagai dua penyakit yang tidak berhubungan. Hal ini dikarenakan hipertensi merupakan gangguan pembuluh darah sementara diabetes menyerang sistem metabolisme tubuh.

Pakar kesehatan jantung dari RSCM Kencana, dr Marulam M. Panggabean, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM, mengatakan hal tersebut merupakan kesalahpahaman yang umum terjadi di masyarakat. Padahal menurutnya, dua penyakit ini merupakan satu kesatuan dan seringkali menyerang bersamaan.

“Penyakit hipertensi dan diabetes ini sangat berhubungan, jadi penanganannya pun harus komprehensif. Penelitian membuktikan, angka kasus hipertensi lebih besar pada yang mengidap diabetes daripada yang tidak mengidap diabetes,” tutur dr Marulam, dalam workshop Grand Kalbe Academia di Hotel Westin, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

Dijelaskan dr Marulam, ada dua tipe diabetes. Yakni diabetes yang disebabkan oleh kekurangan jumlah insulin dan diabetes yang disebabkan oleh resistensi insulin, dalam artian jumlah insulin cukup namun keampuhannya untuk mengolah glukosa sangat rendah.

Dua-duanya menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat, atau yang biasa disebut sebagai hyperglikemia.

Baca juga: Diabetes Lebih Berbahaya Pada Orang Gemuk, Begini Penjelasannya

“Ketika insulin kurang, sel itu akan terendam gula. Hal ini akan menyebabkan reaktif oksigen, yang membuat produksi nitrit oksida berkurang dan menyebabkan hipertensi,” tutur dokter yang juga praktek di RS PGI Cikini ini.

Nitrit oksida merupakan elemen penting yang dibutuhkan oleh pembuluh darah. Zat ini berfungsi untuk memicu terjadinya relaksasi di pembuluh darah. Ketika produksi nitrit oksida kurang, pembuluh darah akan menyempit dan menyebabkan tekanan darah meningkat.

Prof Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, mengatakan hal yang sama. Menurutnya, diabetes, hipertensi hingga penyakit jantung merupakan satu gangguan sistem yang saling memengaruhi.

Ia mengatakan hipertensi rentan ditemukan pada pasien diabetes yang mengalami resistensi insulin. Hal ini terjadi karena resistensi insulin umumnya menyerang orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

“Yang mana duluan, diabetesnya dulu atau hipertensinya dulu, kita nggak tahu. Yang jelas kalau dia obesitas dan mengidap diabetes, itu pasti juga ada hipertensinya,” ungkap Prof Sidartawan.

Baca juga: Percaya Istilah ‘Gemuk Tapi Sehat’? Baca Dulu Studi Terbaru Ini

(mrs/vit)

LEAVE A REPLY